Dari Mahasiswa hingga Kaprodi: Perjalanan Dr. Yosan di ISITS

Pelajari roadmap dan panduan lengkap dengan bantuan AI untuk mengembangkan skill Anda

📋 Roadmap Pembelajaran

💬 Conversation

Lihat bagaimana AI membantu mengembangkan roadmap pembelajaran ini

Salam sejahtera,

Berikut adalah rangkuman dari diskusi yang terdapat dalam file tersebut mengenai perkembangan teknologi AI dan aplikasinya dalam bidang kesehatan, khususnya mengenai alat yang digunakan untuk mengukur intensitas sinar biru untuk bayi yang mengalami hiperbilirubinemia.

Poin-poin Utama:


  1. Pengantar tentang Hiperbilirubinemia
- Hiperbilirubinemia adalah kondisi di mana kadar bilirubin dalam darah bayi tinggi, menyebabkan penyakit kuning.
- Penanganannya sering melibatkan penggunaan sinar biru untuk mengurangi tingkat bilirubin, tetapi harus dilakukan dengan dosis yang tepat.
  1. Perkembangan Karir Dr. Yosan
- Dr. Yosan memulai kuliah di ISTTS tahun 2000 dan melanjutkan pendidikan hingga S3.
- Ia diangkat sebagai Kaprodi Informatika pada tahun 2017 setelah hampir 20 tahun mengabdi sebagai dosen.
  1. Evolusi Teknologi AI
- AI, khususnya dalam bentuk Large Language Models dan Generative AI, mengalami perkembangan signifikan dalam dua tahun terakhir.
- AI dianggap sebagai alat yang memudahkan pekerjaan manusia, bukan sebagai pengganti.
  1. Alat Photo In Meter
- Dr. Yosan dan timnya mengembangkan alat bernama Photo In Meter untuk mengukur intensitas sinar biru yang digunakan dalam penanganan bayi kuning.
- Alat ini dirancang agar terjangkau (di bawah 1 juta IDR) dibandingkan dengan alat impor yang bisa mencapai 3.000 USD.
  1. Proses Pengembangan Alat
- Proses pengembangan memakan waktu hampir 3 tahun dan melibatkan kolaborasi antar disiplin ilmu, seperti kedokteran, elektro, dan desain produk.
- Terdapat tantangan dalam memilih komponen yang tepat dan merancang software yang berfungsi dengan baik.
  1. Implikasi dan Pengujian Alat
- Alat tersebut sudah diuji di 30 rumah sakit di Indonesia dan didistribusikan secara gratis.
- Alat ini merupakan jawaban atas kebutuhan rumah sakit kecil untuk mencegah kerugian akibat penanganan yang tidak tepat.
  1. AI dalam Penulisan Skripsi
- Dr. Yosan menekankan pentingnya AI sebagai alat bantu dalam penulisan akademis, dengan menekankan bahwa mahasiswa harus tetap aktif dalam proses kreatif dan pengambilan keputusan.
- AI tidak boleh diandalkan sepenuhnya; harus ada pengawasan manusia dalam menghasilkan karya akademik.
  1. Kendala dan Rintangan dalam Proyek
- Dr. Yosan menjelaskan berbagai rintangan yang dihadapi selama perjalanan proyek, termasuk pemilihan komponen dan pengujian produk.
- Meskipun banyak hambatan, kolaborasi antar disiplin ilmu menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

Penutup

Dr. Yosan mengingatkan bahwa ke depan, mereka yang beradaptasi dengan teknologi AI akan lebih unggul. AI harus dipandang sebagai asisten yang mempercepat proses, bukan sebagai ancaman bagi profesional di bidang tertentu.

Semoga rangkuman ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai perkembangan teknologi AI dan aplikasinya dalam bidang kesehatan. Jika ada pertanyaan atau perlu penjelasan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi.

Salam hormat. 🌟
💬